Beranda Pendidikan Abai Disiplin Prokes, Daring Lagi

Abai Disiplin Prokes, Daring Lagi

35
0

RKa ONLINE, KAUR TENGAH – Sekolah di Kabupaten Kaur mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terhitung Kamis (12/8). Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 14 Tahun 2021 Diktum Kesembilan huruf a. Untuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, seperti di Kabupaten Kaur dapat melakukan PTM dengan pembatasan jumlah peserta didik. Syaratnya, sekolah disiplin dalam protokol kesehatan (covid-19). Jika abai, sekolah akan dikenakan kembali system belajar Dalam Jaringan (Daring) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Untuk jenjang pendidikan dini meliputi PAUD dan TK, jumlah peserta didik dalam PTM yakni 33 persen dari daya jumlah peserta didik, dengan ketentuan 5 peserta didik per kelas. Sedang untuk sekolah luar biasa atau satuan pendidikan khusus lain, jumlah peserta didik dalam KBM tatap muka yakni 62 persen hingga 100 dari jumlah peserta didik, dengan ketentuan jumlah maksimal setiap kelas yakni 5 peserta didik.

Sedangkan untuk jenjang dasar hingga menengah pertama dan kejuaraan, satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%. Ini sejalan dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 TAHUN 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah IX Bintuhan, H Jayadi Ruslan, SS, M.TPd mengatakan, dalam pelaksanaannya satuan pendidikan diharuskan menerapkan ketat protokol kesehatan (Prokes). Khusus bagi satuan pendidikan dibawa wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap penerapan Prokes disetiap satuan pendidikan. Baik terhadap sarana dan prasarana (Sarpras), juga kepatuhan terhadap penerapannya.

“Kalau memang nanti sekolah itu dinilai tidak siap, baik itu dari segi Sarpras yang digunakan dalam penerapan Prokes, atau kepatuhan warga sekolah. Maka harus kembali melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” tegas Jayadi Ruslan, Selasa (10/8).(yie)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here