Beranda Berita Utama 99 Petugas SP Dirapid Test

99 Petugas SP Dirapid Test

226
0
ROHIDI/RKa
RAPID TEST: Kepala BPS Kaur, Iin Inayati, SST, MM saat menjalani rapid test di Puskesmas Bintuhan, Rabu (26/8).

BINTUHAN – Untuk memastikan kondisi kesehatan petugas Sensus Penduduk (SP) sebelum terjun ke lapangan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur melakukan rapid test terhadap 99 petugas dan pegawai BPS. SP 2020 juga akan menerapkan protokol kesehatan lainnya dengan disiplin. Seperti jaga jarak aman, penggunaan masker dan pengecekan suhu tubuh.

Kepala BPS Kaur, Iin Inayati, SST, MM saat ditemui Radar Kaur (RKa), kemarin (26/8) mengatakan, pelaksanaan rapid test ini terbagi menjadi tiga hari. Pada hari pertama, Rabu (26/8) di Puskesmas Bintuhan, Puskesmas Tetap, Puskesmas Muara Nasal dan Puskesmas Linau. Hari kedua, Kamis hari ini (27/8) di Puskesmas Muara Sahung, Puskesmas Mentiring, Puskesmas Gedung Wani, Puskesmas Tanjung Kemuning, Puskesmas Tanjung Iman dan Puskesmas Luas. Dan pada hari terakhir, Jumat (28/8) di Puskesmas Kelam Tengah, Puskesmas Padang Guci, Puskesmas Padang Guci Hilir, Puskesmas Naga Rantai dan Puskesmas Lungkang Kule.

“Di tengah pandemi Covid-19, diharapkan penyelenggaraan sensus penduduk pada September mendatang tidak mengalami kendala apapun. Sehingga dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Seluruh petugas SP2020 diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang ada. BPS juga melengkapi petugas dengan alat pelindung diri,” ujar Kepala BPS.

Dijelaskan Iin Inayati, SP online secara nasional sudah dilakukan pada tanggal 15 Februari sampai dengan tanggal 25 Mei 2020 lalu. Sementara itu, SP yang akan dimulai pada tanggal 1 hingga 30 September mendatang akan mendata ulang penduduk yang belum terdaftar dalam SP online.

Dari total keseluruhan penduduk di Kabupaten Kaur yaitu, sebanyak 122.575 jiwa. Sensus penduduk secara online baru mencapai 28,16 persen atau sebanyak 34.518 penduduk yang telah berpartisipasi dalam SP online.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat tidak ada yang terlewatkan dalam pendataan SP2020 ini. Sebab, dengan data penduduk ini, nantinya dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk menyusun berbagai program kebijakan khususnya di bidang pembangunan daerah.

“Kami berharap setiap pertanyaan yang diberikan petugas kami nantinya agar bisa dijawab oleh masyarakat dengan sebenar-benarnya. Sehingga, pendataan ini berjalan sesuai dengan yang kami inginkan. Semoga sebelum jadwal yang ditetapkan berakhir, semua pendataan sudah selesai dilakukan,” harap Iin Inayati. (roh)

 




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here