Beranda Pendidikan 71 Peserta Didik PKBM UPK Daring

71 Peserta Didik PKBM UPK Daring

552
0


HERY/RKa
EVALUASI : Kabid PAUD PNF Dispendik Kaur terlihat mengawasi pelaksanaan UPK, Senin (5/4). Tampak dia juga berfoto bersama pengurus PKBM Bina Baru.

BINTUHAN – 71 peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Baru Desa Pahlawan Ratu Kecamatan Kaur Selatan, yang kini telah terakreditasi C. Mengikuti Ujian Pendidikan Penyetaraan (UPK) jenjang pendidikan menengah atas atau paket C. Evaluasi dengan mekanisme dalam jaringan (Daring), dilakukan tanggal 5 April hingga 7 April tahun 2021.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Kaur, Endy Yulizar, SP, MP diwakili Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Marten Yusuf, S.IP, M.Si. Turut hadir anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kaur Selatan Polres Kaur Polda Bengkulu, juga anggota Babinsa Koramil 0408-04/Kaur Selatan.

“Alhamdulillah. Cukup banyak peserta yang ikut ujian kesetaraan. Harapan saya kedepannya, agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengikuti pendidikan kesetaraan. Kerena semakin maju pesatnya kemajuan zaman, maka sangat pentingnya sebuah pendidikan,” ungkap Marten, Senin (5/4).

Lalu, Ketua PKBM Bina Baru, Buyung Farizal menyampaikan, pelaksanaan UPK dilangsungkan secara daring, menggunakan 25 unit perangkat komputer. Dalam spelaksanaan, peserta dibagi dalam 3 sesi. Ada 9 mata pelajaran (mapel) yang menjadi materi evaluasi.

Pada hari pertama UBK, Senin (5/4), materi yang diujikan yakni Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam (PAI), Sosiologi. Lalu pada hari kedua, Selasa (6/4), Bahasa Indonesia, Matematika, dan Geografi. Sedang pada hari terakhir mapel ujian yakni Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Ekonomi, dan Sejarah.

“Setelah terakreditasi C, akhirnya kami bisa menggelar ujian penyetaraan. Seperti yang disampaikan Kabid PAUD PNF, pendidikan itu sangatlah penting. Sebut saja untuk menjadi perangkat desa. Persyaratannya adalah memiliki ijazah SMA/sederajat,” sampai Ketua PKBM Bina Baru.

“Bagi rekan-rekan yang dulunya belum beruntung. Melalui PKBM ini kami siap membantu,” lanjut pria yang akrab disapa Buyung Kolok itu.

Selain terkendala jaringan internet dan pemadaman arus listrik. Kendala lain yang pihaknya hadapi adanya beberapa peserta yang belum terbiasa menggunakan komputer. Untuk peserta paling tua yakni atas nama Bangsawan (47) warga Desa Wayhawang Kecamatan Maje. Sedang untuk yang termuda atas nama Atik Tri Agustin (19) warga Kota Bintuhan. (yie)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here