Beranda Berita Utama 3 Tahun jadi Kampung KB, Sinar Jaya Fokus “Bangga Kencana”

3 Tahun jadi Kampung KB, Sinar Jaya Fokus “Bangga Kencana”

40
0
HERY/RKa
PENYUSUNAN: Desa Sinar Jaya sebagai Kampung KB di Kecamatan Kaur Tengah mendapat penyuluhan seputar program KB, Senin (26/7).

RKa ONLINE, KAUR TENGAH – Sejak tahun 2018 atau sekitar tiga tahun lalu, Desa Sinar Jaya Kecamatan Kaur Tengah, menjadi salah satu Kampung Keluarga Berencana (KB), dari 10 desa se-Kabupaten Kaur ditunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Dalam kurun waktu tersebut diharapkan desa yang kini dipimpin Kades, Rodi Hartono tersebut, dapat menunjukkan hasil maksimal. Khususnya dalam program “Bangga Kencana”, yang merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana, sebuah program unggulan dari BKKBN.

Guna meraih hal tersebut, hari Senin (26/7), Kades bersama perangkat, anggota BPD, serta kader KB Desa Sinar Jaya, mendapat sosialisasi dan penyuluhan untuk mensukseskan program tersebut. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kaur, Dra.Rohina, M.Si diwakili Kabid KB, Sastriana Sanusi,M.Si, Plt. Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) Kabupaten Kaur, Lili Suryani, serta Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

“Dalam hal ini, tentu kami membutuhkan pendampingan serta pembinaan. Terlebih untuk saya pribadi yang belum lama mengemban amanah sebagai pimpinan desa. Karenanya harapan saya agar pihak dinas, serta BKKB Provinsi Bengkulu akan terus bersinergi bersama kami untuk mensukseskan program ini,” ungkap Rodi Hartono.

Lalu Kabid KB, menjelaskan, baik DP2KBP3A Kabupaten Kaur atau BKKBN, tak hanya menangani permasalahan alat kontrasepsi semata. Permasalahan yang mereka tangani jauh lebih luas, dimulai dari tumbuh kembang seorang insan sejak dalam kandungan hingga nantinya meninggal dunia.

“Tanggung jawab kami jauh lebih luas. Mulai dari upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Jadi bukan hanya sebatas alat kontrasepsi saja,” jelas Satstriana.

Dalam sebuah kampung KB, lanjutnya, ada 5 Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB yang harus dimaksimalkan sesuai fungsi bidang masing-masing.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here